Tampilkan postingan dengan label DIKI IRDAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DIKI IRDAN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Desember 2014

Jadi Penyiar Berita di Usia Muda ?

Halo semua, selamat datang di blog Diki, senang rasanya bisa nulis lagi, akhir-akhir ini memang jarang bisa nyentuh laptop,walaupun sebenarnya banyak banget tugas dan laporan yang harus  dikerjakan, tapi mau gak mau ya tetep harus nulis buat blog ini, walau sederhana, semoga bisa bermanfaat ya :).

Sekarang aku lagi ada di semester 5, tinggal satu semester lagi buat bisa lulus dari kampus Politeknik LP3I Bandung, sekarang di usia yang ke 19 tahun ini, sebelum kuliah lulus alhamdulilah udah bisa kerja, sekalipun sebagai freelance, tapi rasanya sangat bersyukur karena pekerjaan ini ibarat hobi yang dibayar. Ya, sudah sejak SMK di tulisan-tulisanku sebelumnya aku ceritakan bahwa aku memang ingin sekali menjadi seorang penyiar berita di radio bahkan di televisi.

Setelah diterima di radio berita PRFM, sekarang kesibukan lainya selain siaran radio adalah siaran berita di televisis lokal Bandung TV Channel 38 UHF, alhamdulilah bisa diterima setelah melalui casting dan tahap-tahap lainya. Ketika membawakan berita di radio, luar biasa sekali atmosfernya, rasanya harus sangat meyakinkan pendengar walaupun sebenarnya tidak terlihat tetapi dari suara yang dihasilkan selama siaran berita, semuanya akan terlihatbagaimana seorang penyiar bisa menguasai materi siaran, makanya harus banyak baca sebelum siaran radio, walau sebenernya saya sendiri susah untuk mau membaca, tapi mau tidak mau ya harus dilakoni. Sementara siaran di Bandung TV, aku juga dituntut harus mempersiapkan semuanya, walaupun durasinya tidak selama siaran berita di radio, akan tetapi persiapanya harus total, karena lokasinya yang jauh dari rumah. Untuk menempuh studio Bandung TV yang terletak di Jl. Pacuan Kuda No. 63 Arcamanik Bandung, aku harus berangkat dari jam empat sore, kira-kira sampai di studio jam lima atau setengah enam, tergantung dengan kondisi arus lalu lintas yang ada. Kalau macet kadang bisa agak lama untuk sampainya. Setelah sampai disana, alngsung saja aku ambil tab atau naskah siaran untuk dibaca terlebih dahulu, tujuanya biar nanti pas on air gak terlalu kaku dan sudah paham dengan isi berita yang akan disampaikan.

Setelah waktu mendekati adzan maghrib, langsung saja aku ambil wudhu, shalat dan berdoa tentunya supaya siaran bisa dilancarkan. Selesai shalat, langsung saja aku di make up oleh teh Siti atau teh Fitri, kadang make up sendiri kalau siaran di hari Sabtu, soalnya tata rias nya libur hehehe. Setelah beres make up, lima belas menit sebelum LIVE On Air, aku harus udah stand by di studio siaran. Udah itu, pokoknya harus siap-siap on air LIVE. Itu sebenarnya sebagian kecil persiapan yang dilakukan sebelum siaran. Jadi harus bener-bener dipersiapkan semuanya, jangan sampai terlambat karena bisa mengacaukan performa pas siaran, apalagi di tv, ekspresi dan gerak gerik kita bakalan terlihat jelas kalau misalnya kebingungan, atau terlihat caoe dan rusuh pas siaran. begitu juga di radio, pemahaman materi siaran dan referensi bacaan berita juga harus diperluas lagi dengan banyak membaca dan bertanya.

Sampai saat ini, baru enam bulan siaran di radio berita no 1 di Bandung dan baru bergabung dua bulan di Bandung TV sebagai presenter berita sudah membuat saya bangga dan bersyukur, karena di usia 19 tahun ini, banyak yang menyangka terkalu muda untuk bisa bergabung dengan dunia jurnalistik penyiaran di tv dan radio, apalagi target pendengar juga pemirsanya beragam, dari kalangan pelajar, mahasiswa, masyarakat, pejabat dan kalangan lainya. Ini merupakan pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan dan masih akan terus saya perjuangkan. Dulu, saya sempat tidak pernah menyangka bisa menjadi penyiar radio juga berita televisi, tapi karena kuatnya impian dan perjuangan yang dilalui, alhamdulilah bisa dicapai, dan tentu saja saya tidak akan pernah berhenti sampai disini, perjalanan ini masih panjang ...

Terimakasih untk mamah yang selalu dukung diki segala-galanya, mamah berdiri sendiri tanpa sosok suami disampingnya dan bisa mendidik anaknya untuk bisa berjuang, juga untuk kakak ku teh Ika dan pastinya saudara  juga sahbat-sahabat terbaik, semuanya tidak akan pernah terbalaskan, tidak lupa untuk keluarga Ibu Iman, Ibu Hendrik, Ibu Slamet, Ibu Asep, Ibu Bandi, Ibu Endah, dan banyak lagi yang selalu memberikan bantuanya buat diki dari diki sd sampai sekarang, semoga Allah memberikan kesehatan dan rahmat - Nya, amiin.


O iya, ini nih sekalian mau share foto-foto selama siaran, beberapa wardrobe nya punya sendiri tapi beberapa juga di endorse sama sponsor, buat teman-teman yang punya cita-cita, jangan putus asa, yakin dengan kemampuan kalian dan terus berjuang, berusaha dengan doa, semuanya akan terwujud, hanya saja memang kita harus sabar, buahnya akan manis ...

Diki Irdan After Make Up for Seputar Bandung Raya Bandung TV

Diki Irdan on Seputar Bandung Raya Malam

Diki Irdan for Seputar Bandung Raya Siang Bandung TV

Diki Irdan for Seputar Bandung Raya Siang Bandung TV

Diki Irdan News Anchor Bandung TV

Diki Irdan for Seputar Bandung Raya Malam Bandung TV

Diki Irdan for Seputar Bandung Raya Malam Bandung TV
Terimakasih sudah berkunjung ke blog dikiirdan.blogspot.com

"koleksi sepatu futsal Nike Zalora disini"

Sabtu, 04 Oktober 2014

Akhirnya Jadi News Presenter ...

Asalamualaikum wr.wb ...

Selamat malam, hari ini tepat malam takbir Idul Adha 1435 H, besok tanggal 05 Oktober, gak kerasa udah idul adha lagi. Kebetulan sekarang sedang di radio, 107.5 PRFM News Channel, sepulang siaran dari Bandung TV - Seputar Bandung Raya Malam -. Ibarat kesempatan emas, bisa nulis lagi untuk blog yang sudah lama ditinggalkan ini, hehehe.

Dari tulisan - tulisan saya sebelumnya mengenai cita-cita dan impian saya untuk menjadi seorang news anchor  (penyiar berita), alhamdulilah sekali rasanya, tepat di bulan ini, bulan Oktober, saya sudah resmi menjadi bagian dari stasiun televisi lokal di Jawa Barat, ya, Bandung TV. Benar-benar senang dan sangat bersyukur ketika sudah mencapai posisi ini, walaupun memang ini bukan kepuasan pamungkas didalam hidup saya, banyak yang harus dipelajari dan ditekuni kedepanya. Ceritanya begini, berawal dari radio tempat saya bekerja mulai Mei 2014, di radio, saya bertemu dengan Maulida Ladya, penyiar berita di PJTV Bandung yang siaran juga di PRFM. Kami sempat duet atau tandem selama siaran di PRFM, sampai akhirnya kenal dekat dan say diajak Lida untuk gabung ke grup Muda Kreatif, grup anak muda Bandung yang berprofesi macam-macam dari mulai presenter, atlit dan mahasiswa untuk  melakukan social project di Kabupaten Bandung. Kebetu;an didalam grup Muda Kreatif, ada presenter berita Bandung TV juga, namanya Farhat Mumtaz, beliau sudah senior dan tentu punya banyak pengalaman didunia penyiaran. Singkat cerita saya pun kenal dengan teh Aat (panggilan dekat Farhat Mumtaz). Karena intens bertemu dalam setiap kegiatan, jadi saya sering ngobrol dan banyak tanyakan sesuatu ke beliau. Sebelum Lebaran Idul Fitri 1435 H, teh Aat bilang ke saya kalu Bandung TV butuh penyiar cowok, sontak saya pas dengar itu langsung semangat.

 Setiap hari saya tanyakan terus ke teh Aat, kapan kira-kira saya bisa dateng ke Bandung TV, teh Aat bilang sabar dulu, nanti dikabarin lagi. Tapi terus aja saya tanya kapan, sampe gak sengaja, saya record suara saya di handphone, waktu itu saya record opening berita Seputar Bandung Raya Malam yang ada  di Bandung TV. Rekaman itu saya kirim ke teh Aat lewat LINE, mungkin gak sengaja, teh Aat dengerin rekaman itu ke Produser di Bandung TV. Terus saya langsung disuruh untuk mengirimkan CV yang sudah saya siapkan jauh-jauh hari. Wah, semangat dan senang sekali rasanya, sampai-sampai saya ditelpon pihak Bandung TV untuk casting. Menjelang casting, saya banyak latihan dan nonton acara berita yang ada di Bandung TV. Pas tiba waktu casting, ternyata ada banyak juga yang ikut melamar dab akan menjalani casting. Disitu sempat ngerasa malu dan mulai gak pede, karena kelihatanya saingan yang ada disana itu keren-keren, apalgi dari tampilan fisik, mereka tinggi, saya kan kurang tinggi, hehehe. Jadi waktu casting, saya duduk memisahkan diri dari peserta lain. Tapi pas sisa empat peserta terakhir, saya langsung berani ngobrol dan tanya-tanya dengan mereka, dan ternyata benar kan, mereka anak-anak lulusan DJ Arie, sekolah penyiaran radio yang bagus dan mahal itu hehehe. Ada juga yang udah pernah kerja di TV lokal, mulai gak pede dan down, tapi pas tiba giliran saya dipanggil ke lantai dua untuk casting, saya harus tunjukan kalo say siap dan bisa.Peserta lain yang udah selesai casting langsung pulang. Waktu casting diaatas, saya masuk ke ruangan yang mana didalem itu udah ada enam orang yang duduk di kursi, dengan kamera yang udah siap nyorot muka peserta casting dan kameramen yang udah siap juga. Pas masuk, mereka yang mana ada teh Aat juga disitu dan dosen Inggris aku, langsun nyuruh aku untuk berdiri didepan kamera dan bawain acara berita + reportase. Gugup sih, tapi rasanya puas, hehehe. Beres casting, langsunglah ditanya beberapa pertanyaan sama presenter-presenter disana dan juga produser yang ikut menilai juga disana.

Singkat cerita, setelah selesai casting news presenter, saya pulang ke rumah dan nunggu kabar selanjutnya, dan ternyata alhamdulilah, saya ditelpon untuk ke Bandung TV lagi, senang dan bersyukur sekali rasanya ya Allah. Saya pun datang kesana dan juga ada peserta cewek juga yang dipanggil satu orang, jadi total yang dipanggil itu dua orang, satu presenter cowok dan cewek. Untuk presenter yang cewek, namanya Sharina Kholes, kami berdua akhirnya lolos dan menjadi presenter berita Bandung TV per Oktober 2014. Sebelum on air dan dapat jadwal, kita dituntut untuk datang tiap hari buat latihan baca berita dan latihan ilmu-ilmu oenyiaran, karena pas bulan Oktober, kita berdua presenter baru harus udah siap untuk on air, soalnya Farhat Mumtaz mau resign dari bandung TV, sedih sekali denegrnya, tapi gimana lagi, udah pilihan teh Aat itu semua. Banyak banget yang dipelajari selama belajar di Bandung TV sebelum akhirnya saya dan Sharina On Air, kita belajar dari Bu Yay, Pak Dadan dan Bu Neneng, mereka adalah produser kami, juga dari teh Farhat, Crisanty dan Kang Irfan, presenter news Bandung TV yang bagi-bagi pengalamanya.

Akhirnya kami pun tanda tangan kontrak selama enam bulan, alhamdulilah, dan mulai Oktober ini, saya sudah mulai siaran dan punya jadwal On Air di Bandung TV, rasanya senang bisa bergabung, karena disini akan menjadi awal saya untuk meraih impian saya dari SMK, yaitu jadi news anchor, hehehe.
Waktu pertama siaran, cukup gugup, tapi semua itu akan hilang dengan sendirinya, dan tentu saja ketika siaran, banyak juga yang ikut membantu, ada tata rias, kameramen, rekan-rekan kerabat kerja dari teknik, mcr dan umum, semuanya ramah dan baik, alhamdulilah. Mulai Oktober dan waktu yang belum ditentukan, saya dengan news presenter Bandung TV lainya akan hadir untuk memberikan pemirsa informasi di Seputar Bandung Raya Pagi (06.30 -07.00), Siang (12.30-13.00) dan Malam + program DARI ANDA UNTUK ANDA (18.30 - 19.45). Buat temen-temen yang ada diluar kota Bandung juga bisa nonton dengan streaming disini, bandungtv.co.id

Diki Irdan on Seputar Bandung Raya Siang

Diki Irdan at Studio 1 Bandung TV

Diki Irdan on Seputar Bandung Raya Malam

Diki Irdan Promo Seputar Bandung Raya Malam On Bandung TV

Diki Irdan

Diki Irdan News Anchor
Add caption

Diki Irdan Ready for Seputar Bandung Raya Malam
Diki Irdan Promo Seputar Bandung Raya on Bandung TV


Terimakasih sudah berkunjung dan baca blog Diki, maaf jika kualitas penulisanya acak-acakan, ini hanya tulisan mengenai garis hidup seseorang yang ditentukan Allah SWT..

@DikiIrdan