Tampilkan postingan dengan label NADYA HUTAGALUNG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NADYA HUTAGALUNG. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Desember 2013

Biarkan Gajah Menjadi Gajah

Another shocking reality that i knew from Let Elephants Be Elephants / @letelephantsbe is :

Elephant Poaching Could Wipe Out 20 Percent Of African Population In Next Decade, Report Shows

JOHANNESBURG (AP) — As many as 20 percent of Africa's elephants could be killed in the next 10 years if illegal poaching continues at the current rate, according to new data released Monday at the opening of the Elephant Summit in Botswana.
An estimated 22,000 elephants were illegally killed across Africa in 2012, slightly lower than the 25,000 elephants poached in 2011, according to a report by the Convention on International Trade in Endangered Species, or CITES.
The elephant killings took place at 42 sites across 27 Africa countries, said the CITES report.
"With an estimated 22,000 African elephants illegally killed in 2012, we continue to face a critical situation. Current elephant poaching in Africa remains far too high, and could soon lead to local extinctions if the present killing rates continue. The situation is particularly acute in Central Africa where the estimated poaching rate is twice the continental average," said John E. Scanlon, CITES Secretary-General.
The poaching data was released at the African Elephant Summit in Gaborone, Botswana's capital. The conference on elephants is being convened by the Botswana government and the International Union for Conservation of Nature (IUCN).
In September 2013 cyanide was used to kill more than 300 elephants in Zimbabwe's Hwange National Park in the "worst single massacre in southern Africa for 25 years," said the IUCN in a statement.
Africa current has about 500,000 elephants, according to the IUCN. Elephants in Central Africa are bearing the brunt of the poaching, although high poaching levels in all sub-regions mean that even the large elephant populations in southern and eastern Africa are at risk unless the trend is reversed, said the IUCN.
Poverty and weak governance in elephant range states, together with rising demand for illegal ivory in consuming nations, are believed to be the key factors behind the increase in elephant poaching in recent years.
The elephant summit is being convened to agree on policies to end the illegal ivory trade and secure viable elephant populations across Africa, including strengthening national laws to tackle wildlife crime and enhancing cooperation between countries.

Source : www.huffingtonpost.com 

Senin, 25 November 2013

Nadya Hutagalung

TENTANG NADYA HUTAGALUNG

Nadya adalah seorang aktivis lingkungan, desainer perhiasan ekosentris dan tokoh terkenal di Singapura dan Asia.

Terpilih sebagai salah satu wanita paling cantik dan bergaya, hanya sedikit bintang Asia yang bisa menandingi popularitas Nadya Hutagalung. Sebagai salah satu VJ MTV pelopor yang sangat dicintai, Nadya telah menghibur lebih dari 70 juta keluarga di seluruh Asia. Usahanya telah membuahkan kesuksesan, ketenaran dan penghargaan, Tidak hanya sampai di situ, setelah awal yang sukses di dunia hiburan, Nadya melanjutkan kerja kerasnya dan menjadi wanita yang paling laris, serba bisa dan sukses di Asia.

Nadya Hutagalung


Ia terpilih sebagai salah satu Asia’s Leading Trendmakers oleh Asiaweek magazine bersama Dalai Lama, Michelle Yeoh, dan Chow Yun Fatt, untuk kemampuannya dalam memberikan inspirasi dan menarik perhatian publik. Di tahun yang sama, ia juga terpilih sebagai Showtime Personality of the Year oleh Singapore’s The New Paper, dan Singapore’s Most Gorgeous Woman oleh pembaca Female magazine. Nadya juga ditunjuk sebagai salah satu dari sepuluh besar Shining Stars di Televisi Indonesia oleh majalah Indonesia, Bintang.

Saat ini Nadya sedang membangun sebuah rumah hijau dan menjadi duta World Wildlife Funds Earth Hour di Singapura, mendukung gerakan hijau untuk menciptakan dunia yang lebih baik bagi semua. Minatnya pada warna dan gaya membawanya ke dunia lukis melukis, yang juga didukung oleh ibunya yang seorang seniman. Pameran karya seninya yang baru-baru ini digelar telah membantu mengumpulkan dana untuk Tsunami Relief Fund, dan memungkinkannya menyalurkan semangatnya untuk menolong sesama.

 
Singapore Firts Ever Eco Home By Nadya Hutagalung

Gayanya yang kreatif dan berkelas, baik dalam kehidupan maupun fesyen, telah menempatkannya pada kelas tersendiri dan memicunya untuk mendirikan perusahaan perhiasan bernama OSEL, yang dalam bahasa Tibet berarti Cahaya Terang. Nama yang sangat sesuai. Dengan matanya yang unik, Nadya berhasil menciptakan buah karya yang abadi dan mempesona. Sungguh koleksi yang mengundang kagum.

Semangatnya akan kehidupan mendorong Nadya untuk menawarkan bantuan di manapun dan kapanpun ia dibutuhkan; karena itu kegiatan amal juga mengambil peranan penting dalam hidupnya. Ia membagi waktu luangnya untuk mendukung pelestarian spesies-spesies langka, meminjamkan suaranya untuk meningkatkan kesadaran akan masalah-masalah wanita, melukis untuk pameran seni amal bagi Tsunami Relief Fund dan menjadi tenaga sukarelawan serta mengumpulkan dana (untuk korban bom Bali dan gempa buni Yogyakarta).

Nadya Hutagalung
Nadya terus mencari cara untuk mengembangkan dirinya baik secara personal maupun profesional, dan telah membuktikan dirinya di masa lampau dengan komitmennya yang luar biasa untuk apapun yang dijalaninya. Lalu, apa yang menanti di masa depan?
Greenkampong.com

greenkampong.com

Source : http://jefrysibuea.blogspot.com/2010/10/tentang-nadya-hutagalung.html