Bandung, 09 Desember 2013
21:25 WIB
Hari ini setelah selesai dari kegiatan Company Visit, semangat menulis entah kenapa tiba--tiba muncul. Tapi bukan kegiatan Company Visit yang akan saya ceritakan disini, tapi sedikit cerita tentang bagaimana saya menjalani pekerjaan sampingan saya sebagai guru les bahasa Inggris.
Dari kecil, saya tidak pernah mengambil kursus atau bimbingan belajar, terutama Bahasa Inggris, maklum, saya berasal dari keluarga menengah kebawah, saat saya sd, ibu saya hanya bekerja sebagai penjual baju eceran, dan saat Almarhum Ayah masih ada, saat itu almarhum hanya bekerja sebagai seorang sopir taksi kota kembang dan kadang-kadang menjadi sopir yang disewa untuk mengantar wisata satu keluarga ke tempat rekreasi. Saya bangga terhadap kedua orang tua saya, demi menghidupi keempat anaknya, pekerjaan-pekerjaan yang sulit itu mereka jalani. Dan pada saat itu, saya tidak pernah marah atau kecewa karena ibu atau ayah saya yang tidak memberikan saya kesempatan untuk mendapatkan bimbingan belajar atau kursus Bahasa Inggris, saya mengerti keadaan mereka.
Saya pun berfikir keras bagaimana caranya agar saya bisa berbicara bahasa Inggris tanpa mengikuti sebuah kursus, untunglah sejak saya SD kelas 1, kakak perempuan saya yang pertama, Ika Setiani selalu memputarkan lagu-lagu barat, kala itu sedang booming-boomingnya boyband westlife dan kakak saya adalah penggemar beratnya. Selain itu, suatu malam di tahun 2001, masih bisa saya ingat saat saya diajak untuk menontotn film Titannic di salah satu stasiun TV swasta di Indonesia oleh kakak saya. Malam itu saya benar-benar tertarik dengan bahasa Inggris setelah menonton film Titanic walaupun memang saya belum mengerti apa-apa. Dari situlah mulai saya gencar banyak menonton film-film berbahasa Inggris yang positif dan saya tiru gaya berbicara pemain-pemainya sehingga lama kelamaan saya seperti dilatih berbicara bahasa Inggris oleh film yang saya tonton. Sampai sekarang, bukan hanya nonton film berbahasa Inggris, tapi dari video-video Nadya Hutagalung, artis dan eco-warrior yang menjadi inspirasi saya yang saya tonton, dari cara dia berbicara, bersikap dan berprestasi membuat saya lebih terpacu untuk berbahasa Inggris. Selain itu juga dikampus, saya selalu mengajak rekan-rekan saya Deni, Anggi, Jatsu dan yang lainya untuk selalu berdialog dalam bahasa Inggris.
Dari sini, mulailah ada keberanian menjadi seorang guru privat bahasa inggris. Tahun 2011 saya mengawali pekerjaan sampingan ini dengan mengajar les bahasa inggris untuk anak kelas 5 sd dirumahnya. Materi yang saya ajarkan biasanya dari buku mereka disekolah, awal-awal ada rasa takut karena saya bukan seorang sarjana dengan gelar bahasa Inggris, tetapi makin hari saya harus yakin dan percaya diri dengan kemampuan saya. Hingga sampai saat ini, saya mengajarkan bahasa Inggris kepada murid-murid les saya dengan sistem yang saya buat sendiri, belajar lebih fun dengan bahasa inggris dengan cara langsung terjun atau mengaplikasikanya kedalam dialog sehari-hari. Murid-murid saya yang pernah saya ajarkan adalah Fikri Siddiq, kelas 5 SD Nurul Fikri, Zahra dan Biya kelas 1 SDN Banjarsari, Cacha, SMAN 2 Cianjur, Firki kelas 1 SD dan Fabian Kelas 2 SMPN 26 Bandung .
Jujur terkadang saya mengajar karena saya butuh uang/bayaran yang memang jika dihitung-hitung tidak seberapa, tetapi saya tidak pernah mematok harga yang saya standarkan untuk membayar saya mengajar, saya selalu bilang, kita lihat dulu apakah anaknya nyaman dan memiliki kemajuan ? Pada akhirnya bayaran akan menjadi hal yang bisa disesuaikan sesuai dengan kualitas mengajar dan perkembangan prestasi anak.
Beberapa hari yang lalu, saat hari sedang hujan, tepat pukul 02.30 sore hari saya harus tetap berangkat mengajar ke rumah murid les saya yang terletak di Sarijadi, dengan berjalan kaki dan menggunakan payung unyuk melindungi saya dari hujan, banjir disepanjang jalan LMU Suparmin tidak saya hiraukan, saya harus tetap mengajar, untuk ibu saya, dan keluarga saya, agar ita-cita saya bisa tercapai. Saya percaya, semakin besar perjalanan dan pengorbanan yang kita lakukan, semakin manis buah yang akan kita petik suatu saat nanti.... :)
Walaupun hujan, saya harus tetap pergi mengajar ... doakan saya teman :)
Terimakasih telah berkunjung ke Blog saya
Diki Irdan
21:25 WIB
Hari ini setelah selesai dari kegiatan Company Visit, semangat menulis entah kenapa tiba--tiba muncul. Tapi bukan kegiatan Company Visit yang akan saya ceritakan disini, tapi sedikit cerita tentang bagaimana saya menjalani pekerjaan sampingan saya sebagai guru les bahasa Inggris.
Dari kecil, saya tidak pernah mengambil kursus atau bimbingan belajar, terutama Bahasa Inggris, maklum, saya berasal dari keluarga menengah kebawah, saat saya sd, ibu saya hanya bekerja sebagai penjual baju eceran, dan saat Almarhum Ayah masih ada, saat itu almarhum hanya bekerja sebagai seorang sopir taksi kota kembang dan kadang-kadang menjadi sopir yang disewa untuk mengantar wisata satu keluarga ke tempat rekreasi. Saya bangga terhadap kedua orang tua saya, demi menghidupi keempat anaknya, pekerjaan-pekerjaan yang sulit itu mereka jalani. Dan pada saat itu, saya tidak pernah marah atau kecewa karena ibu atau ayah saya yang tidak memberikan saya kesempatan untuk mendapatkan bimbingan belajar atau kursus Bahasa Inggris, saya mengerti keadaan mereka.
Saya pun berfikir keras bagaimana caranya agar saya bisa berbicara bahasa Inggris tanpa mengikuti sebuah kursus, untunglah sejak saya SD kelas 1, kakak perempuan saya yang pertama, Ika Setiani selalu memputarkan lagu-lagu barat, kala itu sedang booming-boomingnya boyband westlife dan kakak saya adalah penggemar beratnya. Selain itu, suatu malam di tahun 2001, masih bisa saya ingat saat saya diajak untuk menontotn film Titannic di salah satu stasiun TV swasta di Indonesia oleh kakak saya. Malam itu saya benar-benar tertarik dengan bahasa Inggris setelah menonton film Titanic walaupun memang saya belum mengerti apa-apa. Dari situlah mulai saya gencar banyak menonton film-film berbahasa Inggris yang positif dan saya tiru gaya berbicara pemain-pemainya sehingga lama kelamaan saya seperti dilatih berbicara bahasa Inggris oleh film yang saya tonton. Sampai sekarang, bukan hanya nonton film berbahasa Inggris, tapi dari video-video Nadya Hutagalung, artis dan eco-warrior yang menjadi inspirasi saya yang saya tonton, dari cara dia berbicara, bersikap dan berprestasi membuat saya lebih terpacu untuk berbahasa Inggris. Selain itu juga dikampus, saya selalu mengajak rekan-rekan saya Deni, Anggi, Jatsu dan yang lainya untuk selalu berdialog dalam bahasa Inggris.
Dari sini, mulailah ada keberanian menjadi seorang guru privat bahasa inggris. Tahun 2011 saya mengawali pekerjaan sampingan ini dengan mengajar les bahasa inggris untuk anak kelas 5 sd dirumahnya. Materi yang saya ajarkan biasanya dari buku mereka disekolah, awal-awal ada rasa takut karena saya bukan seorang sarjana dengan gelar bahasa Inggris, tetapi makin hari saya harus yakin dan percaya diri dengan kemampuan saya. Hingga sampai saat ini, saya mengajarkan bahasa Inggris kepada murid-murid les saya dengan sistem yang saya buat sendiri, belajar lebih fun dengan bahasa inggris dengan cara langsung terjun atau mengaplikasikanya kedalam dialog sehari-hari. Murid-murid saya yang pernah saya ajarkan adalah Fikri Siddiq, kelas 5 SD Nurul Fikri, Zahra dan Biya kelas 1 SDN Banjarsari, Cacha, SMAN 2 Cianjur, Firki kelas 1 SD dan Fabian Kelas 2 SMPN 26 Bandung .
Jujur terkadang saya mengajar karena saya butuh uang/bayaran yang memang jika dihitung-hitung tidak seberapa, tetapi saya tidak pernah mematok harga yang saya standarkan untuk membayar saya mengajar, saya selalu bilang, kita lihat dulu apakah anaknya nyaman dan memiliki kemajuan ? Pada akhirnya bayaran akan menjadi hal yang bisa disesuaikan sesuai dengan kualitas mengajar dan perkembangan prestasi anak.
Beberapa hari yang lalu, saat hari sedang hujan, tepat pukul 02.30 sore hari saya harus tetap berangkat mengajar ke rumah murid les saya yang terletak di Sarijadi, dengan berjalan kaki dan menggunakan payung unyuk melindungi saya dari hujan, banjir disepanjang jalan LMU Suparmin tidak saya hiraukan, saya harus tetap mengajar, untuk ibu saya, dan keluarga saya, agar ita-cita saya bisa tercapai. Saya percaya, semakin besar perjalanan dan pengorbanan yang kita lakukan, semakin manis buah yang akan kita petik suatu saat nanti.... :)
Walaupun hujan, saya harus tetap pergi mengajar ... doakan saya teman :)
Terimakasih telah berkunjung ke Blog saya
Diki Irdan



Tidak ada komentar:
Posting Komentar