Senin, 09 Desember 2013

Aku Intip Lembayung Bandung Dari Sini

Bandung
Senin, 09 Desemberv 2013
21.11 WIB
Hai ! Senang sekali rasanya bisa meluangkan waktu sebentar untuk menulis. Sekali lagi saya katakan kalau menulis itu adalah sebuah kemewahan :) .
Hari ini saya baru saja kembali dari perjalanan menuju Cikarang sepanjang hari tadi bersama rekan-rekan dan dosen kampus. Kami baru saja melaksanakan kegiatan rutin Company Visit. Kebetulan saya sekarang duduk di semester tiga, dan ini adalah Company Visit kedua sekaligus terakhir bagi saya karena tahun depan saya sudah harus magang di perusahaan yang sampai saat ini saya sendiri belum tahu dimana saya akan magang. Masih jadi rahasia Tuhan.

Entah kenapa tiba-tiba saya teringat dengan gambar-gambar yang pernah saya ambil menggunakan kamera handphone Nokia saya, gambar-gambar ini adalah gambar yang saya ambil saat saya pulang dari kampus sekitar pukul 17.00 WIB. Melintasi sepanjang jalan di Lanud Husein Sastranegara, apalagi melewati jalur bandara adalah hal yang tidak asing lagi untuk saya, maklum, sejak smp saya sering berjalan melewati jalur ini. Tertarik dengan pemandangan langit berwarna kuning keemasan disore hari menjelang maghrib itu, sayapun memotretnya menggunakan kamera handphone dan langsung tertarik, dari sini, saya intip Lembayung Kota Bandung yang ingin aku tuangkan dalam bentuk tulisan, entah itu puisi, roman atau apalah itu, akupun bingung ...




Dan ketika aku berjalan, kaki-kaki ini seolah memaksaku untuk menceritakan langkah-langkah yang dahulu, dahulu dimana aku tahu ada sesuatu yang tersimpan dalam sebuah rindu, rindu yang tak aku ungkapkan hanya karena sebuah rasa, rasa malu.

 Mereka tahu tapi seperti bisu, mereka ragu tapi aku selalu menyeru, menyeru dari dalam hati walau tiada satupun yang mau tahu. Dari jalan ini selalu aku lukiskan wajah-wajah cinta yang pernah ada dalam benak pikiranku, bahkan mengenang dalam dihatiku.

Sayang sungguh sayang, tak satupun dari mereka yang mau ada disisiku, ya memang benar karena semua ini hanyalah sebuah khayalan dalam cinta yang semu. Cinta yang berbeda dari cinta biasanya, dia,dia dan dia kini telah berlalu, tapi aku takut, aku takut akan ada sosok baru, yang hanya akan membuat aku lebih malu, atas perasaan yang tidak pantas untukku ...



Diki Irdan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar